Arsip Kategori: Dongeng

Situs Web Kumpulan Dongeng

Dewasa ini, dongeng semakin ditinggalkan oleh anak-anak. Bahkan, dapat dikatakan generasi saat ini tidak pernah mendengar dongeng. Selain karena hadirnya alat hiburan baru, yakni televisi—yang sayangnya banyak menampilkan sinetron, ketidakpopuleran dongeng juga disebabkan semakin kurangnya sumber-sumber dongeng yang dapat diakses oleh orangtua sehingga mereka tidak bisa mendongeng untuk anak-anak mereka. Padahal, di dalam dongeng terkandung banyak ajaran-ajaran budi pekerti yang luhur.
Melihat kondisi semacam itu, kali ini saya akan membagikan situs-situs yang dapat dijadikan sebagai sumber bacaan untuk mereka yang ingin menambah perbendaharaan dongeng mereka.

Iklan

Maya dan Peri Listrik [Dongeng] 

Tersebutlah sebuah negeri yang sangat makmur. Rakyatnya hidup damai dan sejahtera. Di negeri itu laksana tidak ada malam. Bila petang datang, jutaan lampu akan bersinar terang menjangkau seluruh pelosok negeri.

Maya, seorang gadis kecil, sangat bahagia hidup di negeri itu. Maya menghabiskan waktunya hanya dengan berdiam di dalam rumah. Maya dan anak-anak lain tidak pernah keluar rumah untuk bermain-main dengan teman mereka. Sehari-hari, Maya dapat menonton televisi sesuka hati. Bila bosan, ia dapat menyalakan berbagai alat-alat elektronik di rumahnya. Di kamar Maya terdapat banyak ratusan lampu beraneka warna dan rupa. Ada yang ditempel di dinding, ada yang diletakkan di atas meja dan lantai, ada pula yang digantung. Maya selalu menyalakan lampu-lampu kamarnya sepanjang hari.

Suatu hari, ketika Maya asyik melihat-lihat lampu di kamarnya, lampu dengan hiasan patung peri terlihat berkedap-kedip. Sebentar nyala, sebentar padam. Maya mendekati lampu itu. Tiba-tiba, patung peri pada lampu tersebut bergerak. Peri itu terbang mengitari kepalanya seraya mengeluarkan cahaya yang kemilau. Maya mengulurkan tangannya. Peri itu pun mendarat dan menari indah di telapak tangan Maya.

“Hai, Peri yang cantik. Siapa namamu?” tanya Maya.

“Hai, Maya. Perkenalkan, namaku Peri Listrik.”

“Peri Listrik?” Maya heran. “Maukah kau menjadi temanku?” pinta Maya.

“Tentu,” jawab Peri. “Aku peri yang berasal dari Negeri Listrik,” lanjut Peri.

“Sungguh? Aku sangat mengagumi listrik. Dengan adanya listrik, aku bisa menonton televisi seharian, menikmati cahaya-cahaya lampu yang indah. Ibu terbantu dengan alat-alat elektronik untuk memasak. Membersihkan lantai pun jadi mudah menggunakan alat penghisap debu. Sungguh, listrik sangat menakjubkan. Aku penasaran, bagaimana listrik dapat melakukan hal itu? Dapatkah kau membantuku?” kata Maya.