Arsip Kategori: Artikel

Qodho’ atau Fidyah?

Kemarin, istri Saya menanyakan perihal hukum tidak puasa bagi ibu hamil atau menyusui, setelah seorang temannya memberitahu lebih baik membayar fidyah bagi ibu menyusui. Apakah ibu menyusui harus menunaikan fidyah atau qodho’, atau malah dua-duanya?

Alhamdulillah, menemukan artikel Perselisihan Ulama Mengenai Puasa Wanita Hamil dan Menyusui→.

Iklan

Garuda yang Kalahkan MAS dan BatanTek yang Mengasia

Saat membuka WordPress.com→, saya melihat artikel yang menggugah rasa nasionalisme saya untuk memerintahkan diri ini membaca keseluruhan isi artikel yang berjudul Garuda yang Kalahkan MAS dan BatanTek yang Mengasia→ tersebut.

Catatan Dahlan Iskan

Senin, 11 Juni 2012
Manufacturing Hope 30

Dua lagi perusahaan BUMN yang tahun ini melejit melampaui batas negara: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Batan Teknologi (Persero).

Garuda, secara mengejutkan, saat ini sudah lebih besar daripada Malaysia Airlines (MAS) dan Thai Airways, Thailand. Bahkan, sudah lebih besar daripada Air France! Value Garuda kini mencapai Rp 18 triliun. Sudah sekitar Rp 1 triliun lebih besar daripada MAS dan Thai. Dengan demikian, untuk Asia Tenggara kini Garuda tinggal kalah dari Singapore Airlines.

Memang tidak ada alasan bagi Indonesia untuk serbakalah dari sesama negara ASEAN. Di antara 10 negara Asia Tenggara, kekuatan ekonomi Indonesia sudah mencapai 51 persen sendiri. Baru yang 49 persen dibagi sembilan negara lainnya.

Di bawah direksi Garuda yang sekarang dengan Dirut Emirsyah Satar, prestasi itu akan terus bisa dipacu. Inilah direksi yang dari segi umur relatif masih muda-muda. Inilah direksi yang berada di puncak antusias dan gairahnya. Iklim…

Lihat pos aslinya 850 kata lagi

Bila Cinta Tak Sampai

Allah menciptakan keselarasan dan keserasian antara satu pribadi dengan pribadi lain yang perangainya serupa. Ia pun menciptakan rasa ketertarikan antara siapa saja yang tabiatnya sesuai. Sedangkan tumbuhnya rasa cinta disebabkan oleh kekosongan hati akan cinta itu sendiri. Kekosongan cinta itulah yang membuka ruang-ruang untuk bersemayamnya sebuah cinta baru. Hati yang kosong akan cinta dan kasih kepada Allah, akan dihinggapi oleh rasa cinta dan kasih kepada selain-Nya. Sedangkan pupuk yang dapat menyuburkan pohon-pohon cinta adalah: anggapan baik terhadap pribadi yang dicintai dan keinginan kuat untuk mendapatkannya. Jika salah satu atau kedua unsur tersebut hilang, maka cinta itu tak akan bisa tumbuh sempurna.

Penyebab Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Ada beberapa hal yang menyebabkan cinta tak datang dari kedua belah pihak atau bahkan hilangnya cinta yang pernah tumbuh di hati, antara lain:

  1. Cacatnya cinta dari salah satu atau kedua belah pihak. Cinta yang cacat ini dapat disebabkan karena cinta sesaat, bukan cinta sejati.
  2. Ada penghalang dari pihak yang mencintai sehingga cintanya tidak sampai pada sasaran. Penghalang ini dapat berupa faktor fisik, faktor karakter, cara hidup, perbuatan, sosok dan sejenisnya.
  3. Ada penghalang pada diri yang dicintai yang membuat tak dapat membalas cinta dari orang yang mencintai.

Mengobati Sakit Hati

Jika penghalang-penghalang di atas tidak ada dan cinta uang tumbuh adalah cinta sejati, bukan cinta yang cacat, maka cinta akan datang dari kedua belah pihak. Sebaliknya, jika muncul salah satu atau ketiga macam penyebab tersebut di atas, maka cintanya tak akan bersambut. Untuk mengobati keadaan hati yang seperti itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Tahap pertama yaitu menghadirkan rasa putus asa akan dibalasnya cinta tersebut. Dengan rasa putus asa ini, maka hati akan nyaman dan tidak terus-menerus berambisi mendapat buruannya tersebut.

Bila kondisi keputusasaan tersebut tidak mampu menahan gejolak hati, maka dapat ditanggulangi dengan menamnamkan kesadaran bahwa ketergantungan pada sesuatu yang tidak mungkin dicapai adalah sebuah kegilaan. Sikap-sikap pengharapan yang berlebihan ini hanya dilakukan oleh orang-orang gila. Bila hati terus bergejolak karena tidak memperoleh kekasih dengan cara yang disyariatkan dan sesuai dengan kemampuan, maka berusahalah berprasangkan baik kepada Allah dengan menempatkan diri sebagai orang yang berudzur. Munculkanlah kesan bahwa apa yang dicari sejatinya tidak pernah ada atau mustahil didapat.

Jika nafsu masih tetap tidak mau menerima keadaan ini, maka cobalah sekuat tenaga untuk meninggalkan angan-nagan tersebut karena dua hal: Takut kepada Allah atau keyakinan bahwa hilangnya apa yang dicari adalah lebih baik, lebih berguna, dan lebih berfaidah, bahkan dapat menuntunnya menemukan cinta yang lebih besar dan lebih menggembirakan, cinta sejati. Bisa jadi dengan terus mengejar sasrannya itu hanya akan menjerumuskannya ke dalam dua musibah sekaligus: hilangnya sesuatu yang lebih besar dari kekasihnya tersebut dan terjadinya kesusahan yang lebih parah daripada hilangnya sang kekasih hati.

Andaikata usaha-usaha di atas belum dapat mengusir cinta itu dari hati, maka cobalah berfikir tentang keburukan yang akan ditimbulkan dari tindakan yang menurutkan syahwat. Betapa banyak kemaslahatan yang akan hilang karenanya. Sebab, menuruti syahwat akan menghalangi seseorang menggunakan kecerdasannya.

Kalau hati masih saja belum dapat disembuhkan, maka teruslah mengingat-ingat keburukan dari sang kekasih hati dan segala hal yang dapat membuat benci sang kekasih hati. Alihkan dari sekadar pandangan luar (fisik) ke dalam perilaku buruknya. Menyeberanglah dari kecantikan lahiriah menuju kebusukan hati dan jiwanya.

Bila tetap tidak tersembuhkan, maka pasrah dan berdoalah kepada Allah, memohon keselamatan kepada-Nya.

Namun, hendaknya seseorang yang cintanya bertepuk sebelah tangan tidak mudah menyebut kekasihnya dan mencelanya di hadapan orang banyak. Jika itu dilakukan, maka ia telah berbuat zalim dan melampaui batas.

Disarikan dari: Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Zadul Ma’ad: Bekal Perjalanan Akhirat, Jilid 5

SOPA (Stop Online Piracy Act) dan PIPA (PROTECT IP Act)

Ide ilustrasi: http://americancensorship.org/infographic.html

Hari ini, setelah beberapa hari tidak berkeliaran di dunia maya, saya menemukan sebuah artikel di WordPress.org→ yang berjudul Help Stop SOPA/PIPA→. Setelah membaca sekilas, karena saya tidak bisa bahasa Inggris, saya hanya menangkap beberapa yang baru saya dengar. Pertama, SOPA (Stop Online Piracy Act) dan PIPA (PROTECT IP Act). Di mana PROTECT IP Act merupakan kependekan dari Preventing Real Online Threats to Economic Creativity and Theft of Intellectual Property Act. Keduanya adalah Rancangan Undang-Undang yang nantinya mengatur tentang pembajakan hak cipta di dunia maya. Kedua, adanya perang melawan niatan pemerintah AS untuk menyensor internet di AS. Meskipun belum dilaksanakan, tapi undang-undang yang mengatur penyensoran tersebut kemungkinan besar akan disetujui oleh anggota senat AS.

Untuk melengkapi informasi dari artikel tersebut, saya putuskan untuk mencari artikel-artikel terkait dalam bahasa . Alhamdulillah, saya menemukan beberapa artikel lain. Seperti:

  1. Ancaman Sensor Internet AS, Perang ‘Hollywood vs Silicon Valley’ Kian Sengit→ dari Republika.co.id
  2. Melawan Sensor Internet, Grup Hacker Berencana Meluncurkan Satelit Sendiri→ dari idBite.com

Bagi yang tertarik dengan SOPA dan PIPA, tidak ada salahnya membaca dua artikel tersebut.