Setitik Butir Hujan [Puisi] 

Langit murung,
menanti si Kecil gerimis turun
bersama hujan
mengusir awan-awan hitam

Di atas talas si Kecil tidur pulas
Tak menyadari datangnya matahari panas
Ia terjaga, tapi sekedar termangu
Menunggu, ya, menunggu???

Angin datang,
talas pun bergoyang
Si Kecil bergelimpangan, ke kiri dan ke kanan
dan…. Akhirnya is terjungkal, melayang

Ke manakah akan terjatuh? Ia tak tahu
Ke sungai
Ke danau
Ke samudera
Ke angkasa

Riak tawa aliran sungai
mengembangkan gambaran damai
yang belum perah ia gapai

Si Kecil pun ikut berpesta
Membawa dawai dan serunai ikuti pawai

Tak disangka
Rintangan masih ada
Jebakan masih ada

Di tengah, bebatuan keras menjegal
Di tepi, tanggul-tanggul tinggi menghadang
Sementara langkah, lebih sering bertabrakan

Semakin lama, makin terang
Semakin lama, makin tenang

Si Kecil pun tiba di muara
Matahari sudah hampir tenggelam
hari mulai malam

Akankah malam penuh sinar rembulan?
Ataukah malam diselimuti kegelapan?

Diterbitkan oleh

Fikri

Seorang blogger yang juga pecinta bahasa, sastra, matematika dan pendidikan.

Beri Tanggapan (Bisa gunakan akun Facebook atau Twitter)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s