Tak Ada Indonesia, Tanpa Tanjung Datu dan Camar Wulan

Sebagai rakyat Indonesia, saya sangat terkejut dengan berita tentang pengklaiman wilayah “sengketa” oleh Malaysia, yaitu daerah Tanjung Batu dan Camar Wulan. Namun, di lain sisi saya tidak terkejut dengan kejadian ini karena tindakan seperti itu telah sering dilakukan oleh negeri itu. Tentu kita tidak akan pernah lupa dengan sengketa Sipadan dan Ligitan, Blok Ambalat, serta masalah TKI.

Andai presiden kita masih Ir. Soekarno, entah sudah jadi apa negera seberang itu.😀



Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo…ayoo… kita… Ganjang…
Ganjang… Malaysia
Ganjang… Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!

Teks pidato Ir. Soekarno tersebut diambil dari Konfrontasi Indonesia-Malaysia→

Diterbitkan oleh

Fikri

Seorang blogger yang juga pecinta bahasa, sastra, matematika dan pendidikan.

23 tanggapan untuk “Tak Ada Indonesia, Tanpa Tanjung Datu dan Camar Wulan”

  1. bangsa ini memang memerlukan karakter pemimpin seperti Bung Karno….yang tegas dan cakap !
    Bukan seorang pemimpin yang terombang-ambing dalam kebimbangan2….!

  2. mau tegas, tapi takut perang. iya kalo menang, kalao kalah? bisa merembet dan mengganggu hidup yang sudah nyaman. semoga tidak ada yang berpikir, tidak apa-apa hilang sedikit wilayah, yang penting tetap bisa duduk di kursi empuk gedung-gedung mewah.

    pertahankan NKRI, hasil perjuangan para pahlawan pendahulu kita http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/08/16/semangat-gerilya-panglima-besar-jenderal-soedirman/

    tapi memprihatinkan jika sampai begini http://politik.kompasiana.com/2011/08/01/korupsi-dan-disintegrasi/

    (mohon ijin dan maafnya nitip link luar🙂 )

  3. Ayo ganyang….!!!

    Yang dibutuhkan bangsa kita adalah pemimpin yang cinta budaya nenek moyangnya….
    dulu….bikin Stadion Utama GBK…Monas….sekarang bikin stadion sea games aja…ga becus😦

    ayo ganyang semua ketidak-becusan !!!!

  4. Irfan Handi, karena kita salah memilih orang-orang di pemerintah, mungkin.
    bensdoing, ya, kita butuh pemimpin seoranseperti Bung Karno. Di lain sisi, kita juga butuh pemimpin-pemimpin di daerah yang cekatan.
    M. Arief B. Ariefmas, tanggapan sebelumnya sudah saya tampilkan terima kasih telah berbagi tautan tersebut
    Budi Nurhikmat, Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan ketidakbecusan ini.

  5. pemerintah kita terjerat oleh permasalahan internal golongannya sendiri serta sibuk membangun pencitraan diri, itulah sebabnya mereka lupa pada hal2 kecil termasuk masalah perbatasan…..

  6. Ya inilah negara kita sekarang , baru mau memperhatikan kalau sudah ada masalah dan sudah kehilangan Gigi sehingga Malingsia berani macem macem padahal sejarah juga sudah membuktikan pada Zaman Sriwijaya, Shingosari atau Majapahit bagaimana kerajaan2 itu menguasai

    1. Ah, saya suka statemen Anda, walau saya tidak suka dengan foto Gravatar Anda:

      Intinya Pemerintah Indonesia yang nggak berani melawan Malaysia, kalau rakyat Indonesia saya kira sangat berani, bahkan mungkin siap.

Beri Tanggapan (Bisa gunakan akun Facebook atau Twitter)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s