Munajatku (Di Malam Nuzulul Qur’an) [Puisi] 

Ini malam, pernah Kau nyalakan cahaya dalam gelapnya
hingga pancarannya melebur dalam pembuluh manusia
hanya saja, kini tak terang

Ini malam, pernah Kau turunkan tangga menuju surga
hingga jiwa-jiwa sanggup memanjatnya
hanya saja, kini t’lah runtuh

Dari itu, aku bermunajat di kemuliaan Nuzulul Qur’an
turunkan Furqan baru, karena yang dulu sudah usang

Usang! Ya, usang!
Surat-suratnya penuh bercak noda: keringat, liur, dan air mata
Ayat-ayatnya penuh bekas dosa: darah, mani, juga air mata
Lembaran-lembarannya lusuh, tersentuh tangan-tangan kotor berpeluh
Aku yakin, pasti ia tak suci lagi

Sementara rayap-rayap, makin asyik berjamaah, menelannya mentah-mentah
pelan tapi pasti, ia akan tersisa sampulnya saja

Atas nama keberkahan Ramadhan kutetapkan pengharapan
akan datangnya Alquran baru dalam akal dan kalbu

Amin…

Iklan

8 pemikiran pada “Munajatku (Di Malam Nuzulul Qur’an) [Puisi] 

  1. kok saya agak gimanaaaa gitu pas bagian ini, jelasin dong mas..

    Surat-suratnya penuh bercak noda: keringat, liur, dan air mata
    Ayat-ayatnya penuh bekas dosa: darah, mani, juga air mata
    Lembaran-lembarannya lusuh, tersentuh tangan-tangan kotor berpeluh
    Aku yakin, pasti ia tak suci lagi

Beri Tanggapan (Bisa gunakan akun Facebook atau Twitter)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s