Tak Malukah Mengharap Ramadhan Tahun Depan? [Puisi] 

Tak malukah kau kepada Tuhan
yang berulang kali memberi kesempatan bertemu Ramadhan
tapi sebanyak itu pula tak sungguh-sungguh kaumanfaatkan?

Tak malukah kau kepada Malaikat Pencatat
yang selalu mendapati hatimu kembali berkarat
saat Ramadhan di pucuk penghabisan?

Tak malukah kau kepada Lailatul Qadar
yang nilainya setara seribu bulan
tapi tak mampu tutupi dosa-dosa yang kauamalkan?

Tak malukah kau pada ejekan ‘Idul Fitri
atas pesta kemenanganmu yang mewah
padahal sesungguhnya kaukalah?

Tak malukah kau berharap bertemu Ramadhan tahun depan
sedangkan yang sudah lalu selalu kausia-siakan?

Tak malukah kau masih berharap Ramadhan?
Tak malukah kau masih bertemu Ramadhan?

Tak malukah kau setiap tahun bertemu Ramadhan
tapi tak sedikitpun menebalkan keimanan?

Diterbitkan oleh

Fikri

Seorang blogger yang juga pecinta bahasa, sastra, matematika dan pendidikan.

20 tanggapan untuk “Tak Malukah Mengharap Ramadhan Tahun Depan? [Puisi] 

    1. Jujur. Saya sebagai pembuatnya adalah orang yang paling merasa tersindir dan tertampar jika membaca lagi puisi-puisi yang saya tulis.
      Semoga kita tidak menyia-nyiakan Ramadhan kali ini. Semoga kita tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Allah dalam bentuk apa pun.

      1. Sama, saya kalau bikin puisi juga kadang malah pengen nangis sendiri.

        Amin, mudah-mudahan Allah selalu memberikan kita jalan yang lurus supaya kita beruntung di dunia dan akhirat.🙂

  1. berpuisi ramadhan tak kunjung hentinya
    menelaah karatnya dosa….bercermin diri…kepada
    Allah SWT….dan semua rahmatNYA…

    selamat ber-Ramadhan untuk bertaqwa…
    🙂🙂🙂

  2. (Menelusuri tulisan-tulisan yang direkomensaikan.)
    Saya membaca puisi ini, saya … saya jadi ‘malu’, tapi masih tetap ngarep ketemu lagi… Ramadhan sudah lewat 3 bulan lebih rupanya, insya Allah kedatangan berikutnya kurang dari 9 bulan lagi, ya… (ditulis on Muharram)

Beri Tanggapan (Bisa gunakan akun Facebook atau Twitter)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s