Doa pun Berdoa [Puisi] 

Mata terjaga saat kudengar
suara terisak mengharap iba
Terasa penuh derita
Kucari, hanya suara“Tuhan,
Di sini, sendiri ini diri
Di sini, terluka ini rasa

Orang-orang tak lagi percaya
Orang-orang menganggap aku tak berdaya
Aku pun merasa tak berdaya
karena pintaku tak kunjung nyata

Kuingin dipercaya
Kuingin kembali berguna

Tapi, lebih banyak yang tak percaya
lebih banyak yang menganggapku pendusta
lebih banyak pintaku yang sia-sia

Tuhan!!
Lihatlah!
Alam telah berkhianat
Ataukah Engkau yang berkhianat
Ataukah aku yang berkhianat
Ataukah mereka yang berkhianat.”

Diterbitkan oleh

Fikri

Seorang blogger yang juga pecinta bahasa, sastra, matematika dan pendidikan.

6 tanggapan untuk “Doa pun Berdoa [Puisi] 

  1. masak DIA yg berkhianat.itu mustahil lho..ato akk gagal mencerna arti bahasamu wahai sang pujangga..hehhee..well done!syukuri nikmat yg DIA kurniakan padamu,kernaNYA tulisan2 kamu punya roh dan jiwa

    1. Maka dari itu di sana saya tanyakan siapa sebenarnya yang berkhianat.😀
      Kalau menurut akk, siapakah yang berkhianat sehingga doa-doa tidak terkabul?

  2. Kalau menurut saya sih tidak ada yang berkhianat, itu hanya sebuah jalan, dan jalannya memang harus seperti ini. Saya suka baca puisi ini, tapi entah jadi risih waktu masuk bait terakhir. Kenapa ya?

Beri Tanggapan (Bisa gunakan akun Facebook atau Twitter)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s