Kepadaku, Aku Bertanya [Puisi] 

Wahai diri!
Di mana dirimu yang rajin mengaji?
Kenapa jarang kudengar lagi lantunan ayat-ayat darimu?
Kenapa jarang kulihat kau sentuh kitab sucimu?

Wahai diri!
Di mana dirimu yang gemar berjama’ah?
Kenapa di shaf longgar itu tak lagi kutemukan kau dengan mudah?
Kenapa tak kudengar lagi dzikirmu di masjid dan mushalla?

Wahai diri!
Di manakah kau yang senang shalat malam?
Kenapa tak ada lagi tangisanmu di akhir malam?
Kenapa semakin sering kau masih terlelap saat adzan shubuh berkumandangan?

Wahai diri!
Di mana dirimu yang suka berpuasa?
Kenapa tak lagi kerap kau santap dengan lahap berkah berbuka?
Kenapa?

Wahai Fikri!
Di mana kau kini mengaji?
Masihkah kau shalat berjama’ah?
Masih seringkah kau suka shalat malam?
Kapan lagi kau akan puasa sunnah?

Diterbitkan oleh

Fikri

Seorang blogger yang juga pecinta bahasa, sastra, matematika dan pendidikan.

Satu tanggapan untuk “Kepadaku, Aku Bertanya [Puisi] 

  1. Hampir-hampir saya tersentak (sebenarnya sudah), tapi
    Baris pertama bait terakhirnya ternyata beda dari baris pertama bait-bait sebelumnya.
    Ayo mengaji… ini bukan hanya pertanyaan ‘dari Fikri untuk Fikri’ tapi untuk semua yang membaca ini…

Beri Tanggapan (Bisa gunakan akun Facebook atau Twitter)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s